Menu

Wednesday, April 10, 2013

Jadwal MotoGP terbaru 2013



Pada awalnya FIA selaku federasi motor balap yang menaungi MotoGP berencana menggelar 19 race pada satu musim pada tahun 2013 ini. Tetapi pada tanggal 23 November 2012 akhirnya FIA memutuskan dan merelease jadwal moto GP 2013 sebanyak 18 race karena Grand Prix Argentina ditunda sampai tahun 2014.

Race pembuka akan dilakukan di Losail Internasional Circuit, Doha, Qatar pada tanggal 7 April 2013 sedangkan race penutup akan berlangsung di Sirkuir Ricardo Tormo, Valencia pada tanggal 10 November 2013. Amerika tercatat sebagai negara yang paling banyak menjadi tuan rumah sebanyak 3 kali yaitu di Circuit of the Americas, Laguna Seca dan Indianapolis Motor Speedway.

Dari semua race yang dijadwalkan terdapat 3 balapan yang akan digelar pada malam hari yaitu di sirkuit Losail pada laga pembuka di Qatar, Sirkuit Assen di Belanda dan Sirkuit Laguna Seca di Amerika.


Jadwal Moto GP 2013
Kembalinya Valentino Rosi ke tim kuat Yamaha akan membuat persaingan moto GP 2013 semakin seru. Dari hasil tes pra musim terdapat 4 pembalap yang akan bersaing ketat memperebutkan juara yaitu Jorge Lorenzo dan Valentino Rosi dari tim Yamaha serta Dani Pedrosa dan Marc Marquez dari tim Repsol Honda.

Siaran langsung Moto GP di Indonesia akan kembali disiarkan oleh Trans7. Selain live di TV anda juga bisa menyaksikan streaming online MotoGP di website Trans7, berikut ini adalah jadwal lengkap Moto GP 2013:



Catatan pinggir

Ketika aku lahir, Kakekku memberiku nama Abdul Ghoni (menurut beliau artinya kurang lebih "Seorang hamba yang kaya..aamiinn .mudah-mudahan saja ini bagian dari doa Kakek dan juga kedua orang tuaku yang mengharapkan kelak anaknya menjadi kaya Lahir dan Bathin...aku anak ke-3 dari 4 bersaudara yang semuanya adalah laki-laki.


SEKAPUR SIRIH, 23 Maret 2013

Malam semakin larut, tapi aku masih berkutat dengan laptopku. Semakin jauh mata memandang serasa pedih mata ini. Diluar sana cahaya bulan begitu indahnya terangi malam ini dan angin meniup ranting pohon menjatuhkan daun-daun yang telah layu bak musim gugur di negeri seberang, suara jangkrik bersahut-sahutan menambah nuansa malam mengingatkanku akan desa yang telah lama kutinggalkan. Tapi malam ini  langit Jakarta seperti hendak menumpahkan rasa kesalnya dengan menampakkan langit yang begitu gelap mungkin sebentar lagi akan turun hujan.

15 tahun sudah tak terasa aku merantau di Jakarta, aku mulai ke Jakarta sekitar pertengahan tahun 1999 dan begitu banyak kisah dan cerita yang ingin kuungkapkan padamu wahai komputer sahabatku. Betapa kondisi saat ini aku wajib bersyukur kepada Allah SWT, kenapa aku katakan wajib..? Karena dibandingkan dengan teman-teman seangkatanku mungkin aku yang lumayan berhasil, semua itu berkat Kasih Sayang Allah SWT. Dengan segala kemurahan-Nya semua ini terjadi,  aku bisa bekerja dikantor seperti yang diimpikan semua orang, Aku bisa kuliah walaupun hanya D3 disebuah Akademi Swasta dan kini sedang menyelesaikan S1 disebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta, sebuah kemajuan yang menurutku sangat luar biasa karena aku hanya seorang dari keluarga sederhana yang berfikir mungkin kuliah hanya sebuah impian jika ingin meraihnya, Alhamdulillah aku bisa mewujudkan keinginanku dan juga keinginan orang tuaku, aku bangga bukan berarti ujub, aku bangga bukan berari aku ria dan aku memang bangga, Aku bangga karena semua itu adalah hasil buah keringatku sendiri, bersimbah peluh bermandikan keringat dan itu aku lakukan tanpa bantuan orang lain, tapi tetap semua ini adalah bantuan dan atas izin Allah SWT karena Dialah semua ini terjadi karena Dialah kehidupanku seperti sudah ada yang mengatur dan terencana, Kapan aku harus sukses, tapi intinya harus banyak BERSYUKUR juga doa dari kedua orang tua yang telah membesarkan aku dengan keringat dan darahnya, Ya Allah mudah-mudahan setiap amal kebaikan yang hamba lakukan limpahkanlah pahalanya untuk kedua orang tuaku. Begitu berliku dan penuh kenangan kisah perjalanan hidupku dimasa lalu yang jauh dari orang tua, saudara dan sanak famili. Tapi aku yakin jika niat baik itu selalu tertancap dengan penuh keyakinan dan terus bergantung kepada sang Pencipta maka biarkanlah kesuksesan itu akan datang menjelang dengan penuh Keniscayaan dan itu semua adalah Pertolongan Allah SWT yang Maha Pengatur Segalanya.

Aku hanya ingin berbagi dan bercerita tentang sebuah perjalanan anak manusia dalam mengarungi samudra kehidupan yang penuh dengan permasalahan agar kalian bisa mengambil hikmah dalam setiap kejadian

Jangan pernah putus asa atas semua Rahmat Allah Subhanahu Wata’ala, Setiap kesulitan pasti ada kemudahan dan setiap kesulitan diapit oleh dua kemudahan. Tiada yang mustahil bagi Allah SWT.



Sore itu tepatnya pertengahan bulan juni 1999

            Aku menyampaikan niatku untuk merantau kejakarta kepada ibuku, aku ingin mengubah nasibku, aku ingin mengubah keadaan dalam keluarga yang selalu dalam kekurangan. aku hanya ingin membantu meringankan beban kedua orang tuaku mungkin dengan cara merantaulah dan hanya itulah yang bisa kulakukan sehingga pada suatu sore aku memberanikan diri untuk mengutarakan niatku untuk berangkat ke Jakarta


“Ibu aku ingin berangkat ke Jakarta, ingin bekerja” ! kataku

“Kamu mau kerja apa di Jakarta nyari kerja susah” Kata ibuku memberi nasihat.

“Sudah banyak pemuda kampung sini berangkat ke Jakarta tapi pada pulang lagi karena tidak mendapatkan pekerjaan” sahut ibuku melanjutkan. Memang saat itu di Jakarta sedang tidak kondusif dengan kejadian kerusuhan tahun 1998, dan sebuah kewajaran orang tua khawatir dengan kondisi seperti itu.

Tapi tekadku sudah bulat aku tetap ingin pergi ke Jakarta, “Masa sih orang ingin berubah Allah tidak memberi petunjuk” pikirku dalam hati.

Akhirnya dengan berat hati orang tuaku mengijinkan aku berangkat ke Jakarta dengan berbekal uang Rp. 25.000. Dengan linangan air mata ibu melepaskanku dengan berat hati sedangkan ayahku hanya berpesan “Jaga diri baik-baik di Jakarta harus kuat mental dan berusaha keras dan jangan lupa shalat selalu di jaga”, Akhirnya akupun bisa berangkat ke Jakarta dengan sejuta asa dan harapan semoga ini adalah keputusan yang terbaik.


            Setiba di Jakarta aku bingung harus ikut siapa, banyak sih saudara dari orang tua tapi waktu itu aku tidak mau mengusik kehidupan mereka pantang bagiku untuk menjadi benalu dalam kehidupan seseorang, aku ingin mandiri dan berdikari


Tahun 1999, tibalah aku di di Jakarta

Seiring senja yang mulai menggelayuti

Saat itulah angan ku terbayang akan masa lalu yang terjadi beberapa tahun lalu

Saat pertama kali aku tiba dijakarta

Betapa kehidupan Jakarta begitu keras, panas dan hanya orang-orang yang mampu bertahanlah yang akan menjadi pemenang

Hidup dijakarta serba susah, betapa tidak ketika itu mencari pekerjaan saja begitu susah,pelik belum lagi urusan makan yang tak bisa kompromi.

Tahun demi tahun kujalani dengan penuh ketekunan dan kesabaran

Memang benar petuah orang tua yang mengatakan jika kamu selalu berbuat baik maka tunggulah saat kebaikan itu akan mengiringimu dimanapun kau berada, betapa bila kuingat masa lalu begitu banyak kenangan yang terjadi dan terkadang selalu kuingat


Senopati, Jakarta Selatan Thn  2000


Jack adalah sahabat yang selalu bersamaku sehari-hari, perawakannya sedang kulitnya sawo matang tapi dia mempunyai sifat yang sangat baik terhadap teman. Kebetulan ibunya adalah seorang pedagang sayur mayur di daerah senopati, tepatnya dipasar Tulodong. hampir setiap pagi aku membantu jack ikut menata barang dagangan ibunya.

Ucil, sahabat yang paling kecil diantara kami tapi dialah satu-satunya yang waktu itu telah bekerja. Orangnya enak dan pengertian tapi kalo cerita suaranya suka over sampe urat lehernya pada keluar saking terlalu semangatnya. Itulah sekilas kehidupanku pada awal-awal di jakarta. Tiap malam kerjaan kami hanya nongkrong, main gitar, nyanyi di sebuah warung rokok yang kebetulan penjualnya teman kami juga. Tiap pagi aku dan Jack membantu ibunya yang berjualan dipasar senopati untuk membawakan sayur-mayur yang akan dijual. Dan aku dapat upah Rp. 2000 untuk sekali makan siang dan terkadang satu bungkus berdua dengan Jack.

Begitulah tiap pagi rutin kulakukan selama aku belum bekerja dengan upah seadanya hanya untuk menyambung hidup. Belum lagi cibiran orang-orang yang menganggap kami hanyalah sekumpulan orang-orang pengangguran yang tiada guna.

Setelah mencari kerja kesana kemari dengan segala cara sampai-sampai waktu itu aku memalsukan SKKB  dari kepolisian sekarang bernama SKCK untuk melamar kerja. Aku sempat bekerja di salah satu pusat perbelanjaan didaerah pasar baru sebagai jasa kebersihan tapi itu juga hanya sebentar karena terlalu jauh dari tempat tinggal dan juga dengan gaji yang sangat kecil. Maka dengan sangat terpaksa akhirnya aku keluar dari kerjaan itu dengan konsekuensi akhirnya aku menganggur lagi. Oh nasib mengapa ketidakberuntungan selalu menghinggapiku hari-hariku. Yah mungkin waktu itu aku belum mengerti arti dari sebuah hikmah dibalik setiap kejadian.

Entah waktu itu hari apa aku juga lupa,waktu itu aku sedang mencari lowongan kerja sambil membawa map tiba-tiba ada teman yang menawari pekerjaan maka tanpa pikir panjang lagi kusanggupi ajakannya aku pikir untuk saat ini pekerjaan apapun akan kulakukan yang penting halal dan aku tidak menganggur . Akhirnya aku terima tawaran pekerjaan tersebut. Singkat cerita aku di terima disalah satu perusahaan yang bergerak di bidang Outsourcing PT. Trichem dan aku langsung di tempatkan di Chase Plaza di daerah Setia Budi, Jakarta Selatan

Begitulah sekarang hari-hariku ada kegiatan dengan bekerja yah walaupun sebagai cleaning service tapi aku bersyukur pada Allah yang telah memberi aku pekerjaan karena sedikit apapun nikmat yang diberikan oleh kita maka kita wajib mensyukuri maka niscaya nikmat itu akan bertambah.


Awal 2001


Setelah aku mendapatkan penghasilan dengan bekerja aku sekarang bisa mengatur kehidupanku lebih baik. Aku mencoba mengontrak dengan teman-teman sekampung tapi itupun tidak berlangsung lama karena aku bercita-cita ingin hidup mandiri tanpa ada orang-orang yang selalu mengusik kehidupanku. Akhirnya akupun pindah kontrakkan dengan teman satu kerjaan di daerah karet tengsin Tanah Abang, dimana akhirnya disinilah aku bisa menemukan kehidupanku hingga aku bisa seperti sekarang, tapi kisah ini mungkin nanti akan kuceritakan belakangan. Waktu itu Ade dan Muh adalah teman satu kosan-ku, hari-hari kulalui dengan bekerja dan berusaha bersosialisasi dengan lingkungan sekitar, kebetulan aku termasuk orang yang cepat akrab dengan lingkungan jadi tidak ada masalah dengan lingkungan baru. Disinilah aku menemukan teman-teman baru yang ternyata masih satu perusahaan dengan diriku dan akhirnya kamipun cepat akrab. Ditahun ini juga aku mulai berkenalan dengan anak-anak band di lingkunganku hingga akhirnya akupun membentuk band dengan nama Tiray 21 yang beranggotakan 4 personil, aku onayandra (Lead Gitar), anto (Vocal), Ale (Drum) Novel (Bass Gitar), group band kami biasa membawakan musik beraliran pop alternatif dan waktu itu kami membawakan lagu karya ciptaan kami sendiri kebetulan akulah yang paling produktif untuk menciptakan lagu. Tahun 2001 ini aku benar-benar menikmati sebagai anak band sehingga hampir setiap akhir pekan aku selalu latihan di studio musik bareng teman-teman, tapi apalah daya semua mungkin ada garis kehidupan sendiri. Mungkin Allah Swt berkehendak lain dengan segala rencana dan keputusan terbaik-NYA


Pendidikan

Karena tidak ada kepastian di dunia musik aku memutuskan untuk sekolah lagi di akhir 2001 kala itu aku mengambil sekolah kejar paket C karena aku baru lulusan MTs atau setingkat dengan SMP. Aku dapat informasi didaerah grogol ada sekolah yang menyediakan untuk sekolah semacam itu dan akhirnya akupun mulai sekolah dimana sekolah itu dilakukan pada waktu malam, jadi bisa di bayangkan bagaimana lelahnya setelah pulang kerja aku harus berangkat lagi untuk sekolah malam. Aku hanya selalu teringat sebuah Ayat  Al-Qur'an yang mengatakan “Tidak sekali-kali Allah merubah kehidupan seseorang kecuali orang tersebut yang akan merubahnya”. Dengan penjelasan ayat tersebutlah semangatku terlecut untuk bisa bangkit dari sebuah keterpurukan dan  ingin melanjutkan sekolah lagi.waktu itu aku masih bekerja sebagai jasa kebersihan


Sekitar pertengahan bulan april 2001 aku mendapat promosi dari tempatku bekerja bahwa ada satu perusahaan asing (Jepang) yang akan memakai jasa perusahaan tempatku bekerja yaitu sebagai Tennant yang akan di tempatkan di perusahaan tersebut, kebetulan perusahaan tempatku bekerja selain menyediakan tenaga cleaning service juga menyediakan sebagai tennant (Bag. Umum). Padahal waktu itu aku juga sedang melamar pekerjaan di tempat lain jadi aku kurang berminat untuk mengambilnya. Tapi Supervisorku selalu mendesakku bahwa akulah orang yang pantas untuk mendapatkan promosi ini karena menurut atasanku aku termasuk orang yang supel dan cepat beradaptasi dengan lingkungan. Akhirnya jadilah aku sebagai Tennant di LNG Japan Coorporation. Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang Trading Company dengan relasi kebanyakan orang-orang di departmen Pertamina.Di perusahaan inilah kenapa aku bisa seperti sekarang dengan segala kemurahan, kebaikan serta kebijaksanaan perusahaan sehingga aku bisa kuliah lagi dan bisa mendapatkan mungkin apa yang selama ini orang cita-citakan. Alhamdulillah semoga Allah Swt membalas segala kebaikan orang-orang yang telah berbuat baik kepadaku.


Hari demi hari kulalui dengan penuh semangat dengan bekerja di Lng japan, aku sangat  bersyukur, betapa tidak aku termasuk orang yang cepat di promosikan di tempat yang enak, teman-teman satu angkatanku masih bekerja sebagai cleaning service sedangkan aku sudah naik satu tingkat. Ya pasti ini atas segala kemurahan-Nya sehingga aku bisa melalui hidup dengan lebih berwarna.


Masa Transisi

Setelah Lulus sekolah paket C aku belum bisa meneruskan untuk kuliah karena aku pikir keuanganku belum mencukupi untuk bisa membiayai kuliah aku sempat berhenti selama 2 tahun. Dalam rentang waktu 2 tahun itu ada beberapa kejadian yang begitu bermakna dalam perjalanan hidupku. Aku ingin berkisah sedikit tentang kehidupan asmaraku. Setelah lulus aku ingin segera menikah karena aku pikir usiaku telah cukup untuk membina rumah tangga, akhirnya aku bertunangan dengan teman satu pengajian di kampung. Tapi kita hanya berencana dan Tuhanlah yang mempunyai rencana terbaik dalam kehidupanku. Pertunangan itu batal karena masalah kedewasaan yang belum matang diantara kami dan akhirnya pihak wanitalah yang memutuskan pertunangan itu. Aku kecewa tapi aku mempunyai keyakinan bahwa Allah pasti merencanakan sesuatu untukku. Alhamdulillah dugaanku ternyata benar mungkin jika saat itu aku menikah tidak akan ada ceritanya aku kuliah dan mendapatkan isteri sholihah bernama Dwi Hartanti serta anak yang sungguh sempurna yang bernama Alfandi Andra Faturrahman.


Windiharto, teman sekaligus Motivator

Aku berkenalan dengannya waktu pas pulang kampung, waktu itu aku satu bangku dalam sebuah perjalanan ketika aku pulang kampung naik Bis Dewi Sri, kebetulan aku akan pulang ke Slawi sedang Mas windi (begitu aku biasa memanggilnya) akan pulang ke Brebes.

Didalam perjalanan itulah aku banyak bercerita tentang keadaanku yang waktu itu sedang terpuruk akibat gagalnya pertunangan tersebut, aku sempat down dan mungkin inilah cobaan terberat yang pernah aku rasakan sepanjang hidupku karena pertunangan ini telah menyebar keseluruh kampung jadi bisa dibayangkan betapa malu dan tertekannya diriku saat itu. Tapi dengan penuh keyakinan mas windi memberikanku motivasi dan wejangan bahwa Allah pasti punya rencana terbaik atas semua kejadian ini. Dan mas windipun menyarankan aku untuk kuliah dari pada meratapi nasib yang telah terjadi. Aku akui saat itu aku mendapatkan pencerahan yang berharga setelah aku mengenal mas windi, dan ternyata beliau adalah Sarjana Hukum sebuah Universitas Swasta di Jakarta, aku tidak menyangka Allah memberikan jalan petunjuk lewat mas windi, karena atas saran dan wejangannyalah akhirnya aku memutuskan untuk kuliah. Aku pikir dari pada nikah tidak jadi lebih baik uangnya aku gunakan untuk biaya kuliah. Singkat cerita akhirnya aku bisa kuliah disebuah kampus swasta tepatnya di BSI (Bina Sarana Informatika), didaerah Kramat, Jakarta Pusat. Setelah aku kuliah aku tidak bisa memberikan uang yang setiap bulan yang biasanya aku kirim buat orang tua, itu adalah konsekwensi berat yang harus aku lakukan demi kecukupan anggaranku dalam perkuliahan ini aku mohon keikhlasan orang tua, Alhamdulillah dengan jiwa besar mereka mengizinkan aku untuk kuliah.


Tahun 2005


Aku mulai mengawali kisah sebagai seorang mahasiswa dan setiap hari rutinitasku adalah bekerja sambil kuliah dan ini kulakukan selama 3 tahun. Pagi bekerja dan malammya berangkat kekampus kebetulan kampusku mengadakan perkuliahan pagi dan malam, nah perkuliahan malam biasanya khusus para karyawan seperti aku yang ingin melanjutkan kuliah. Selama masa kuliah inilah aku banyak menimba ilmu yang sebelumnya belum pernah aku dapatkan. Alhamdulillah di kampusku aku mendapatkan teman-teman yang sepaham dan seperjuangan denganku, kuliah bukan hanya mengejar titel tapi bagaimana caranya dengan waktu kuliah yang sama (3thn) tapi menghasilkan individu-individu yang berbeda (itulah prinsipku)  dan mumpuni dalam bidang komputer. Dengan prinsip itulah akhirnya aku bertemu dengan teman-teman dikampusku sebut saja : Hendri, Artomo, Satrio, Isnandar, Ebi, Leni, Pia, Lina dan masih banyak lagi teman yang tidak bisa aku sebutkan satu persatu. Selain dari kampus dari teman-teman seperti merekalah aku banyak berdiskusi dan sharing tentang pelajaran. Biasanya setiap akan ujian kami belajar kelompok untuk membahas mata pelajaran apa yang paling susah untuk dibahas, dan kalau mau jujur dengan cara seperti ini biasanya pelajaran lebih mudah untuk dipahami. Sehingga ketika ujian tiba maka lebih pede untuk menghadapinya. Terima kasih brother atas semua bantuan kalian.



Henri, teman yang dekat atau kembar

Kami sering dianggap kembar padahal kalau dilihat dari segala sisi banyak yang berbeda aku juga bingung bahkan kadang-kadang ada saja yang salah manggil, tapi gara-gara itulah aku jadi lebih akrab dengannya. Mungkin Henri adalah teman yang paling dekat sampai sekarang, dia sekarang sudah menjadi PNS didaerah padang. Sukses bro...kenangan itu takkan pernah hilang J


Masa-masa kuliah adalah masa yang tak terlupakan dalam kehidupanku begitu banyak kenangan, teman, sahabat yang sungguh memberikan warna dalam kehidupanku. Tapi aku belum bisa menjabarkan masa-masa kuliahku lebih jauh, mungkin lain kali ya teman


Alhamdulillah di semester 5 aku mendapatkan beasiswa dari BAZIZ yang membuatku bernafas lega selama 2 semester akhirnya aku tidak membayar kuliah. Alhamdulillah mungkin ini adalah bentuk pertolongan Allah SWT kepada hambanya yang benar-benar serius dalam mengapai cita-cita, harap maklum waktu itu keuanganku yang bekerja hanya sebagai bawahan kecil dengan gaji yang bisa di bilang pas-pasan bisa melanjutkan kuliah dengan biaya sendiri tanpa bantuan dari siapapun, Alhamdulillah beasiswa ini aku gunakan dengan sebaik-baiknya. Pada saat bersamaan pula aku  menemukan tambatan hatiku, Dwi Hartanti nama wanita yang telah menakklukan hatiku dan sekarang telah menjadi Istriku Ya Allah berkahilah kehidupan keluarga kami, jadikanlah kami keluarga sakinah ma waddah warahmah dan termasuk keluarga yang pandai bersyukur Amiien. Kisah pernikahanku termasuk terbilang singkat karena kami berpacaran hanya sekitar 7 bulan dan aku memutuskan untuk menikah, Alhamdulillah aku bersyukur kepada Allah yang telah membimbing kehidupanku yang begitu indah dan penuh warna.


Masa kuliah kuhabiskan tepat tiga tahun, dan Alhamdulillah sebelum lulus aku sudah mendapatkan pekerjaan  di daerah sentiong senen sebagai programmer (padahal waktu interview dibilangnya IT (maksudnya bukan Programer, mungkin IT Support itu yang ada dibenakku) itulah mengapa aku terima tawaran kerja tsb, tapi pekerjaan itu bertahan hanya 6 bulan karena aku kurang nyaman dengan lingkungannya. Dikantor inilah aku belajar bagaimana artinya sebuah kesabaran, ketabahan karena waktu itu teman seniornya sangat tidak enak untuk diajak berdiskusi dan sangat terasa Senioritas banget..disepelekan, ditekan dengan kerjaan dan masih banyak lagi kejadian yang membuatku tidak nyaman banget dikerjaan itu, tapi Alhamdulillah hikmah yang kuambil adalah prisipku dikerjaan bagiku tidak ada istilah Senioritas semua sama. Dan aku bisa lebih belajar lagi dari setiap kejadian yang menimpaku.


Cobaan Tahun pertama pernikahan, 2009


“Maaf saudara Abdul Ghoni perusahaan tidak bisa meneruskan kontrak kerja anda di karenakan ada perampingan karyawan perusahaan kami jadi mulai hari ini anda tidak bisa bekerjasama lagi dengan kami”.

Itulah awal dari serentetan musibah yang menimpaku pada awal-awal pernikahan, shock,kaget dan seperti gak percaya itu semua akan aku alami. Bukan tanpa sebab mengapa aku kaget karena tidak lama lagi istriku akan melahirkan dan sedang membutuhkan banyak biaya, aku tidak bisa membayangkan bagaimana nanti jika terjadi sesuatu atas kehamilan istriku jika mengetahui kalau aku sudah tidak bekerja lagi. Ya Allah cobaan berat sedang menghampiriku semoga aku bisa memikul semua beban ini dan semoga ada hikmah atas semua cobaan ini.

Dan akhirnya apa yang aku takutkan selama ini benar istriku melahirkan melalui operasi cesar (kata yang sangat menakutkan untuk orang yang berpenghasilan pas-pasan seperti aku saat itu), akhirnya aku pun mempercepat masa pengunduran diriku agar aku bisa memberi kekuatan moril kepada istriku. Hari itu aku pontang panting mencari pinjaman kepada saudara dan teman-teman yang pada akhirnya terkumpulah uang sebanyak 3 juta dan akhirnya aku memutuskan untuk pulang kampung ke Wonogiri dengan segala keterbatasan ongkos. Aku hanya ingin melihat istriku tercinta dan buah hati kami yang begitu sempurna dan Puji Syukur kehadirat Allah SWT semua sehat dan selamat. Anakku begitu ganteng dengan senyum yang begitu menawan yang kami beri nama Alfandi Andra Faturrahman

SETIAP KESUSAHAN DIAPIT OLEH 2 KEMUDAHAN


Mudah-mudahan kejadian yang aku alami menjadi proses pendewasaan yang akan menambah kuat dan tabahnya sifat-sifat kami. Ini hanyalah sekelumit kisah yang bisa kita ambil hikmah dan pelajaran yang ada di dalamnya.


Kelahiran anakku yang pertama banyak kisah yang ingin aku ceritakan dalam kisah ini, aku tidak mengetahui apa rencana Allah Swt dibalik semua kejadian ini, cobaan ini begitu berat bagiku, aku sedang membutuhkan banyak biaya tapi sekarang aku tidak mempunyai pekerjaan aku bingung dan tak tahu harus berbuat apa. Aku tidak tega untuk menceritakan kejadian ini pada istriku, biarlah semuanya kupendam sampai saatnya nanti akan aku ceritakan semuanya.




Titik Balik

Aku hampir stress ketika aku tak kunjung mendapatkan pekerjaan aku malu dengan omongan tetangga yang kadang kurang meng-enakan tapi inilah sebuah resiko menjadi pengangguran, aku tidak tahu harus berbuat apalagi dengan semua usahaku dalam mencari kerja, sampai sampai waktu itu maaf aku hampir frustasi dan putus asa dan menyalahkan Allah Swt. “ Ya Allah mengapa Engkau mengujiku dengan cobaan ini yang datang begitu bertubi-tubi kayaknya hidup saya lurus-lurus aja tapi ko cobaan saya begitu hebat Ya Allah ringankanlah beban ini dan angkat semua permasalahan hambaMu ini Ya Allah, belum juga permasalahan mengganti biaya persalinan anakku yang habis mungkin sekitar 12 juta. Aku tidak tahu harus berbuat apa. Untung aku masih mempunyai iman sehingga kekecewaan ini tak membuatku larut terlalu jauh. Aku berdoa dan berdoa supaya mendapatkan pekerjaan yang mendatangkan keberkahan untuk keluargaku.


Tanggal 9 Juli 2009

Setelah perjuanganku yang begitu berat dan cobaan yang datang bertubi-tubi, inilah hikmah yang selama ini belum terungkapkan, aku diterima kerja disebuah perusahaan property didaerah sudirman. Setelah perjuanganku dalam mencari pekerjaan yang begitu pelik dan luar biasa susah. Di Jakarta sungguh mencari pekerjaan susah apalagi yang hanya berbekal ijazah SMA aku saja yang lulusan D3 harus pontang panting mencari kerja. Tapi akhirnya aku menemukan pekerjaan yang jujur mungkin ini bukan cita-citaku tapi biarlah sekarang aku jalani dulu, aku beryukur kepada Allah mungkin inilah hikmah yang kurasakan, akhirnya aku mendapatkan pekerjaan yang dekat dari tempat tinggal. Kurang lebih 1.5 tahun aku bekerja di Sahid Sudirman Residence. Dinilah aku mengenal teman-teman baru sebut saja Zia dan Tonipan. 2 teman yang menurutku cukup dekat, dengan merekalah aku banyak sharing dan bergaul tentang pekerjaan, Zia termasuk mentorku di kerjaan yang sekarang karena dari dialah lumayan aku temukan ritme pekerjaan dan dari dialah aku belajar bahwa dilingkungan kerja itu tidak ada senioritas, kita sama-sama karyawan. Aku lumayan banyak mengambil ilmu dari Zia. Sobat semua kenangan itu akan tetap kukenang dalam perjalanan hidupku. Tks sob..


Alhamdulillah aku bersyukur


Sehabis lebaran tepatnya pertengahan bulan september 2011 aku memutuskan keluar dari perusahaan property didaerah Sudirman, aku mendapat pekerjaan disebuah perusahaan Batubaru didaerah harmoni, aku memutuskan keluar karena dengan pertimbangan akan mendapatkan penghasilan yang lebih baik. Yang pada akhirnya keputusan itu membuat aku sedikit menyesal karena ternyata disitu aku tidak betah dan hanya bertahan beberapa hari. Waktu itu jujur aku bingung dengan masa depan dan karirku, tapi apa boleh buat keputusan telah aku ambil dan resiko harus aku tanggung dengan segala permasalahan dikerjaanku yang baru. Beberapa hari aku bekerja diperusahaan baru aku merasa tidak betah dimana imbasnya adalah anakku yang dikampung setiap hari rewel dan menangis terus seperti merasakan kondisi ayahnya yang tidak nyaman dalam bekerja. Sampai pada suatu sholat maghrib tak terasa aku menangis memikirkan keadaan ini, aku harus bagaimana baru kerja beberapa hari saja anakku sudah menangis terus bagaimana jika pekerjaan ini aku teruskan nanti pasti akan terjadi sesuatu dengan anakku tercinta. Aku menangis dalam sholatku aku merasa bersalah dalam mengambil keputusan. Tapi pertolongan Allah SWT kepadaku datang, tak berapa lama aku menerima telpon dari Direktur Marketing dulu tempatku bekerja di Sahid, mendengar aku sudah keluar dari Sahid maka aku direkrut oleh Beliau. Dengan penuh rasa senang dan bersyukur kemudian akupun langsung bekerja diperusahaan baru yang bergerak dibidang Consultant Property dengan gaji yang Alhamdulilah patut aku syukuri. Perusahaan baru tempatku bekerja bergerak dibidang Consultant property jadi jika ada beberapa Depelover baru yang akan membangun apartemen maka perusahaankulah yang biasanya tempat untuk konsultasi. Ada beberapa depelover yang bekerjasama dengan perusahaanku seperti Woodland Park Residence (Kalibata), Senopati Penthouse dan Hutama Karya Realtindo (HKR) sebuah perusahaan BUMN. Satu tahun aku bekerja sebagai Konsultan property di PT Ronov Indonesia dengan kondisi pekerjaan yang begitu padat. Waktu itu aku sering ikut meeting-meeting dengan perusahaan yang menjadi Klien kami. Jujur waktu itu merasa sangat jauh jarak yang harus kutempuh, kebetulan kantor pusatnya di BSD (Serpong). Terkadang aku menempuh perjalanan dengan naik Kereta. Karena jika aku tempuh dengan kendaraan motor sungguh sangat melelahkan. Akhirnya dengan kebijaksanaan direksi aku ditempatkan diproject yang ada di wilayah Jakarta (waktu itu aku pegang Project Senopati Penthouse dan Hutama Karya Realtindo), pekerjaanku sebagai Sales Admin adalah mengerjakan hasil laporan penjualan pada masing-masing project dimana pada tiap akhir bulan dilakukan evaluasi penjualan. Alhamdulillah di perusahaan ini aku banyak menimba ilmu bagaimana cara berkomunikasi dengan orang-orang besar(BUMN), karena kebetulan Klien kami termasuk orang-orang penting dan aku sering ikut dilibatkan untuk meeting dengan mereka. Semoga kelak aku bisa menerapkan cara komunikasi yang telah aku pelajari kelak dikemudian hari bisa bermanfaat.


18 September 2012

“Bang gimana neh jadi Joint ga sama saya, saya lagi nyari orang yang benar-benar bisa komputer, kalo bisa Abang Joint aja deh dengan perusahaan kita”, kata temanku diujung telpon dengan nada penuh harap. Yah, saat itu memang aku sangat dibutuhkan. Temanku itu sedang dipercaya oleh seorang pengusaha untuk bisa mengelola Showroom Mobil di daerah pondok indah, aku bertemu temanku sewaktu bekerja di perusahaan property daerah Sudirman, dia adalah Sales Manager di Sahid Sudirman saat aku kerja di Apartemen tersebut. Mungkin karena umurnya tidak jauh beda dengan aku jadi sudah terbiasa memanggil aku abang. Akhirnya dengan pertimbangan jarak yang dekat dan masih daerah jakarta tepatnya di Pondok Indah aku mengambil tawaran temanku bergabung diperusahaannnya. Showroom Asoka Auto Gallery dan posisiku sebagai Staff IT, Alhamdulillah sekarang aku wajib bersyukur dan bersyukur atas semua rahmat yang diberikan oleh Allah SWT

To Be Continues........

Warga Tarim yang amanah


Alkisah, ada seorang warga Bait Jubair berkunjung ke kota Tarîm membawa sebuah karung kurma mentah untuk di jual di sana. Akan tetapi tidak ada seorang pun yang mau membelinya. Akhirnya ia merasa bosan dan meninggalkan karung itu di serambi sebuah gudang. Pemilik gudang itu melihat perbuatannya. Ketika ia pergi, pemilik gudang itu mengambil sekarung kurma mentah tersebut dan menjualnya dengan harga yang lebih mahal. Uang hasil penjualan kurma itu ia gunakan untuk berdagang sehingga berkembang dan maju.
Beberapa tahun kemudian, pria pemilik kurma tersebut berkunjung ke Tarîm dan bercakap-cakap dengan si pemilik gudang. Ia berkata, “Beberapa tahun yang lalu aku singgah di tempat ini dan kutinggalkan sekarung kurma mentah di sini.”
Pemilik gudang itu berkata, “Oh, jadi engkau pemilik kurma itu.” “Benar,” jawabnya.
“Mari masuk ke dalam tokoku,” pemilik gudang mempersilakan pria pemilik kurma, lanjutnya, “Semua barang yang ada di toko ini adalah milikmu, silahkan kamu ambil,” ujar pemilik toko sembari menceritakan apa yang telah ia perbuat dengan kurma mentah tersebut.
Pria itu pun mengambil seluruh barang yang ada di toko tersebut dan kemudian pergi begitu saja.
________________________________
Habîb ‘Ahmad bin Hasan bin ‘Abdullâh Bin ‘Alwî bin Muhammad bin Ahmad Al-Haddâd, Tatsbîtul Fuâd, juz.2. hal.32.

Sunday, April 7, 2013

Website Kyai Jawab Bakal di-Launching di Masjid Agung


SOLO--Ribuan umat Islam diprediksi bakal memadati Masjid Agung Solo untuk menghadiri acara tablig akbar, Minggu (14/4/2013) pagi. Acara tablig akbar bertemakan bertemakan Mantapkan Akidahmu, Kembalilah Ke Ajaran Para Wali  itu akan diselingi dengan launching website kyai jawab.
Pengasuh Majelis Ilmu dan Dzikir Ar-Raudhah, Pasar Kliwon, Solo, Habib Noval Alaydrus mengatakan tablig akbar itu merupakan acara lanjutan dari kegiatan serupa yang pernah diselenggarakan beberapa bulan lalu di Masjid Agung Solo.
“Kita rencana rutin mengadakan acara tablig akbar di Masjid Agung Solo. Karena selama ini, orang menganggap Masjid Agung hanya tempat untuk beristirahat para pedagang Pasar Klewer. Nah, tidak ada salahnya menghilangkan image  negatif seperti itu dengan jalan mengumpulkan ribuan umat Islam untuk bersama-sama menyemarakkan masjid dengan berdakwah,” jelas Noval kepada wartawan, Minggu (7/4/2013).
Dalam acara tablig akbar tersebut, kata Habib Noval, disertai denganlaunching website kyai jawab. Menurut Noval, tujuan adanya website yakni memberikan kebebasan kepada masyarakat luas untuk menanyakan persoalan sehari-hari sesuai dengan ajaran Islam.
“Sekarang tuntutan zaman mengharuskan umat Islam melek teknologi. Ya, tidak ada salahnya berdakwah melalui media internet. Untuk mengakses website itu, silakan masyarakat bisa mengajukan pertanyaan dengan membuka www.kyaijawab.com. Segala pertanyaan dari masyarakat bakal dijawab secara otomatis dengan penjelasan berdasarkan rujukan kitab yang ditulis para ulama’,” jelas Noval.
Selain itu, acara takblig akbar juga disertai launching buku dengan judul Adab Nabi, Indahnya Hidup Dalam Sunnah, karya Habib Noval Alaydrus. Buku tersebut ditulis Noval dalam beberapa hari lalu.
“Kami menargetkan ada 20.000-an umat Islam bakal datang pada Minggu, 14 April,” ucapnya.

Friday, April 5, 2013

Kelebihan isi ban dengan Nitrogen dibanding angin biasa


Sekarang ini banyak sekali bengkel-bengkel ban menawarkkan jasa isi angin ban memakai nitrogen. Bukan hanya untuk mobil saja, tetapi sekarang sepeda motor juga banyak yang mengisi bannya dengan nitrogen. Wowww... aneh-aneh aja kan sekarang ini. Banyaknya jasa isi nitrogen ini dikarenakan nitrogen mempunyai beberapa keunggulan dibanding dengan angin biasa. 
Isi ban nitrogen
SPBU Menyediakan Isi Nitrogen


Bila mengisi dengan udara biasa, terkadang udara yang dimasukkan terkandung banyak uap yang berisi air. uap air ini bisa saja memuai dan keluar dari ban kemudian menempel di velg. Akibatnya velg bagian dalam sering berkarat dan gampang keropos. Berbeda dengan nitrogen murni. kandungan molekul airnya tidak ada sehingga resiko velg berkarat dapat dikurangi.




Molekul-molekul udara juga gampang menguap jika suhunya panas kemudian keluar dari pori-pori ban. Ban bisa gampang kempes. Jika menggunakan nitrogen, Suhunya bisa stabil baik waktu dingin maupun panas karena sifat dari nitrogen yang dingin. gas tidak gampang memuai.Sifatnya yang padat juga membuat gas ini juga tidak mudah keluar dari ban. Karena suhunya tetap stabil maka tekanan gas pada ban juga stabil. Akibatnya ban bisa lebih awet karena ban tidak gampang benjol,berpori-bori atau tipis pada bagian tertentu saja.




Intinya dengan memakai nitrogen, tekanan gas ban dapat stabil. Kalo stabil kan ban tidak mudah bocor,kempes, ban benjol atau tipis sebelah. sesimpel itu.




Nah jika ingin mengisi ban dengan nitrogen, sebaiknya di bengkel ban yang sudah komplit peralatannya. Ban perlu dikuras dulu sampai habis udaranya sebelum diisi nitrogen supaya nitrogen tidak bercampur dengan udara biasa.Di bengkel isi nitrogen biasanya sudah ada alatnya. Sudah diukur juga tekanan yang pas untuk ban kendaaran brosist semua. Tetapi waspada juga dengan bengkel-bengkel isi nitrogen supaya tidak tertipu dengan nitrogen oplosan. Biasanya bengkel isi ban nitrogen yang bagus adalah bengkel ban yang sudah berpengalaman dan peralatan pengisiannya komplit. 




Nah, itu tadi kelebihan-kelebihan isi ban dengan Nitrogen. Memang mahal dibanding isi angin biasa. Tetapi banyak kelebihan yang kita dapat dengan mengisi ban dengan Nitrogen.

Monday, April 1, 2013

Islam Jangan Gaptek

Islam adalah agama yang sangat memperhatikan masalah pengembangan ilmu dan tekhnologi, kalau  bisa kita jangan ketinggalan dan harus melek tekhnologi. Yuk kita sama-sama membangun, ,memberikan arti dan visi misi terbaik demi kemajuan umat islam yang Rahmatan lil'alamin..mari kita rapatkan barisan dan kita songsong era tekhnologi dengan persembahan terbaik untuk anak negeri...semoga bermanfaat untuk anak-anak kita kelak..saya ingat sebuah kalimat dari seorang teman   "Seorang muslim itu bagus kalau tidak tertinggal perkembangan zaman terutama bidang tekhnologi, demi mamajukan perkembangan islam dan silaturahmi lebih canggih" by Henri Ilham Chaniago








ASWAJA DEVELOPER BERSATU

Wahai PROGRAMMER, DESIGNER, BLOGGER, USER IT Ahlussunnah wal Jama'ah, mari satukan Visi dan Misi untuk MENYENANGKAN NABI. Bergabunglah bersama para ASWAJA Developer seluruh Indonesia, yang insya Allah akan di adakana pada:

Hari: Ahad, 03 Jumadil Akhir 1434 H/ 14 April 2013

- Pukul: 08.00 WIB (Pagi) untuk Tabligh Akbar bersama AL HABIB NOVEL BIN MUHAMMAD ALAYDRUS dan seluruh muslimimin wal muslimat di Masjid Agung Surakarta, dan

- Pukul 12.30 WIB (Ba'da Dzuhur) untuk IT Aswaja Developer di Markas Ar-Raudhah Surakarta

Markas Ar-Raudhah Solo: Jl. Dewutan No. 112 RT 01 RW 16 Semaggi, Pasar Kliwon, Surakarta, 57117, Telp. 0271-633860

Informasi selengkapnya hubungi nomor yang tertera pada pamflet.

Sebarkan Paham Ahlussunnah lewat IT, Kita BESARkan bersama-sama,

Satukan Tujuan Satukan NIAT, Buat RASULALLAH tersenyum dan bangga punya umat seperti kita :)

Tetaplah Berjuang dan berkarya ASWAJA DEVELOPER 

Shollu 'ala Nabi Muhammad

Jiwa Yang Bersyukur


Pernah membayangkan, bagaimana seseorang menulis buku, bukan dengan tangan atau anggota tubuh lainnya, tetapi dengan kedipan kelopak mata kirinya? Jika Anda mengatakan itu hal yang mustahil untuk
dilakukan, tentu saja Anda belum mengenal orang yang bernama Jean-Dominique Bauby. Dia pemimpin redaksi majalah Elle, majalah kebanggaan Prancis yang digandrungi wanita seluruh dunia.


Betapa mengagumkan tekad dan semangat hidup maupun kemauannya untuk tetap menulis dan membagikan kisah hidupnya yang begitu luar biasa. Ia meninggal tiga hari setelah bukunya diterbitkan. Setelah tahu apa yang dialami si Jean dalam menempuh hidup ini, pasti Anda akan berpikir, “Berapa pun problem dan stres dan beban hidup kita semua, hampir tidak ada artinya dibandingkan dengan si Jean!”


Tahun 1995, ia terkena stroke yang menyebabkan seluruh tubuhnya lumpuh. Ia mengalami apa yang disebut locked-in syndrome, kelumpuhan total yang disebutnya “Seperti pikiran di dalam botol”. Memang ia masih dapat berpikir jernih tetapi sama sekali tidak bisa berbicara maupun bergerak. Satu-satunya otot yang masih dapat diperintahnya adalah kelopak mata kirinya. Jadi itulah cara dia berkomunikasi
dengan para perawat, dokter rumah sakit, keluarga dan temannya. 
Begini cara Jean menulis buku. Mereka (keluarga, perawat, teman-temannya) menunjukkan huruf demi huruf dan si Jean akan berkedip apabila huruf yang ditunjukkan adalah yang dipilihnya. “Bukan main,”
kata Anda.


Ya, itu juga reaksi semua yang membaca kisahnya. Buat kita, kegiatan menulis mungkin sepele dan menjadi hal yang biasa. Namun, kalau kita disuruh “menulis” dengan cara si Jean, barang kali kita harus menangis dulu berhari-hari dan bukan buku yang jadi, tapi mungkin meminta ampun untuk tidak disuruh melakukan apa yang dilakukan Jean dalam pembuatan bukunya. Tahun 1996 ia meninggal dalam usia 45 tahun setelah menyelesaikan memoarnya yang ditulisnya secara sangat istimewa. Judulnya, “Le Scaphandre” et le Papillon (The Bubble and the Butterfly).
Jean adalah contoh orang yang tidak menyerah pada nasib yang digariskan untuknya. Dia tetap hidup dalam kelumpuhan dan tetap berpikir jernih untuk bisa menjadi seseorang yang berguna, walaupun untuk menelan ludah pun, dia tidak mampu, karena seluruh otot dan saraf di tubuhnya lumpuh. Tetapi yang patut kita teladani adalah bagaimana dia menyikapi situasi hidup yang dialaminya dengan baik dan tetap menjadi seorang manusia (bahasa Sansekerta yang berarti pikiran yang terkendali), bahkan bersedia berperan langsung dalam film yang mengisahkan dirinya. Jean, tetap hidup dengan bahagia dan optimistis, dengan kondisinya yang seperti sosok mayat bernapas. Sedangkan kita yang hidup tanpa punya problem seberat Jean, sering menjadi manusia yang selalu mengeluh..! Coba ingat-ingat apa yang kita lakukan. Ketika mendapat cuaca hujan, biasanya menggerutu. Sebaliknya, mendapat cuaca panas juga menggerutu. Punya anak banyak mengeluh, tidak punya anak juga mengeluh. Carl Jung, pernah menulis demikian: “Bagian yang paling menakutkan dan sekaligus menyulitkan adalah menerima diri sendiri secara utuh, dan hal yang paling sulit dibuka adalah pikiran yang tertutup!” Maka, betapapun kacaunya keadaan kita saat ini, bagi yang sedang stres berat, yang sedang berkelahi baik dengan diri sendiri maupun melawan orang lain, atau anggota keluarga yang sedang tidak bahagia karena kebutuhan hidupnya tidak terpenuhi, yang baru mendapat musibah kecelakaan atau bencana, bagi yang sedang di-PHK, ingatlah kita masih bisa menelan ludah, masih bisa makan dan menggerakkan anggota tubuh lainnya. Maka bersyukurlah, dan berbahagialah…!

Jangan menjadi pengeluh, penggerutu, penuntut abadi, tapi bijaksanalah untuk bisa selalu think and thank (berpikir, kemudian berterima kasih/ bersyukurl). Dalam artikel yang berjudul Kegagalan & Kesuksesan Hasil Konsekuensi Pikiran ( SPM 26 Februari 2005) dituliskan, seseorang yang sadar sepenuhnya, dia datang ke dunia ini hanya dibekali sebuah nyawa
(jiwa). Nah, nyawa itu harus dirawat dengan menjalani kehidupan secara bertanggung jawab. Dengan nyawa ini pulalah, seseorang harus hidup bahagia, di manapun dia berada, dan dalam kondisi apapun, dia
harus bisa bahagia. Kunci kebahagiaan adalah bersyukur! Mensyukuri apa yang kita dapat itu penting, termasuk sebuah nyawa agar kita bisa hidup di alam ini. Dan kebahagiaan bisa dibuat, dengan tidak meminta (menuntut) apapun pada orang lain, tetapi memberikan apa yang bisa diberikan kepada orang lain agar mereka bahagia. Jadilah seseorang yang merasa ada gunanya untuk kehidupan ini. 
Untuk itu, Anda bisa mendengarkan intuisi sendiri sehingga bertindak sesuai nurani dan menghasilkan apa yang Anda inginkan dalam hidup. Hadapi hidup dengan tabah karena orang-orang beruntung bukan tidak pernah gagal. Bukan tidak pernah ditolak, juga bukan tidak pernah kecewa. Justru banyak orang yang sukses itu sebetulnya orang yang telah banyak mengalami kegagalan.


Berpikirlah positif, Anda akan menjadi orang yang beruntung. Banyak cerita tentang keberuntungan berasal dari kejadian-kejadian yang tidak menguntungkan. Misalnya, kehilangan pekerjaan memunculkan ide besar untuk mulai bisnis sendiri dan menjadi majikan. Ditolak pun bisa mendatangkan kesuksesan. Tetapi, untuk mendapatkan keberuntungan diperlukan usaha. Dan mulailah sekarang juga untuk berusaha!